logo

FX.co ★ China ungkap tujuh dosa AS

China ungkap tujuh dosa AS

China ungkap tujuh dosa AS

China menganggap AS bertanggung jawab atas aksi militer yang terjadi di Ukraina. The Global Times, surat kabar berbahasa Inggris asal China, menerbitkan sebuah artikel yang mengungkapkan tujuh dosa yang dilakukan AS dalam krisis Ukraina. Dosa pertama adalah "tetap pada mentalitas Perang Dingin yang memperburuk situasi global." Menurut artikel tersebut, AS hanya memikirkan mengenai keamanan nasionalnya dengan mengawasi negara-negara asing yang mengancam keberadaan warga Amerika. Jurnalis The Global Times menekankan bahwa Amerika Serikat-lah yang mengkategorikan negara-negara lainnya menjadi "demokratik vs otoritarian." Dunia telah menyaksikan banyak konfrontasi karena prinsip ini. AS juga bersalah karena "menabur ketidakadilan geopolitik yang merusak perdamaian dunia." Gedung Putih selalu ingin melihat Rusia dan Eropa berkelahi untuk menyamakan posisi dengan Eropa, menurut artikel tersebut. Untuk mengkonfirmasi pernyataan ini, penulis artikel mengutip kata-kata Josep Borell bahwa UE "membuat beberapa kesalahan dan melewati kesempatan untuk lebih dekat dengan Rusia." Seperti yang biasa terjadi, AS tidak dapat lari dari teguran keras. Negara itu menerima kritik karena mendorong hegemoni dolar AS, mempraktikkan standar ganda pada hak asasi manusia, melabuhkan senjata biologis, dan menggunakan perang sebagai peralihan atas kesalahannya pada isu-isu domestik.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading