logo

FX.co ★ Siemens akan mundur dari Rusia

Siemens akan mundur dari Rusia

Siemens akan mundur dari Rusia

Daftar perusahaan Barat yang meninggalkan Rusia semakin panjang. Kali ini, Siemens, perusahaan besar asal Jerman, mengumumkan akan keluar dari pasar Rusia. Bola lampu pertama yang muncul di Rusia ditemukan oleh orang Jerman. Pada tahun 1888, Siemens & Halske membangun pembangkit listrik pertama di Moskow. Trem pertama di negara itu berjalan dengan motor listrik yang dirancang dan diproduksi di sejumlah pabrik Siemens di Rusia. Selain itu, Siemens telah mengikuti tender pembangunan metro Moskow. Hubungan bisnis ini dimulai pada tahun 1851, ketika perusahaan tersebut mengirimkan 75 telegraf penunjuk (pointer) ke Rusia, sehingga meletakkan dasar untuk kerja sama yang erat yang berlanjut hingga tahun 2022. Karena konflik di Ukraina, Siemens telah membuat keputusan yang sulit untuk meninggalkan negara itu. "Hari ini, kami mengumumkan keputusan kami untuk melakukan proses yang tertib dalam menghentikan kegiatan bisnis industri kami di Rusia," jelas pernyataan resmi tersebut. Perusahaan itu termasuk yang pertama menghentikan semua operasi dan pengiriman ke Rusia saat sedang mengevaluasi risiko untuk memastikan keselamatan 3.000 karyawannya yang bekerja di negara itu. Siemens beroperasi di Rusia bahkan selama Revolusi Februari dan Perang Dingin. Perusahaan tersebut memperluas kehadirannya di Moskow dan wilayah lain setelah berakhirnya Uni Soviet. Pada tahun 2011, Siemens membuka kantor pusat baru di Moskow. Namun, perusahaan tidak tahan dengan agresi Rusia di Ukraina dan harus mengakhiri hubungan yang berlangsung selama lebih dari satu abad. Pada tahun 2018, perusahaan merayakan ulang tahun ke-165 berdirinya di Rusia.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: