
Pemerintah dan regulator keuangan AS tengah menginvestigasi operasi ilegal dua bank terbesar dunia. Investigasi terhadap BNP Paribas dan Credit Suisse telah berada pada titik krusial, dimana para eksekutif teratas kedua bank tersebut berpergian ke Washington dan New York berupaya untuk menangguhkan dakwaan kriminal terhadap bank mereka. Pejabat resmi AS tampaknya menolak banding tersebut, menolak kekhawatiran publik bahwa kedua bank tersebut sangat penting untuk ekonomi sehingga mereka menjadi "terlalu besar untuk dipidanakan". Kedua perusahaan keuangan tersebut tidak setuju dengan posisi jaksa dan meminta mereka untuk meninjau pembelaan. Konglomerat Perancis BNP telah diinvestigasi sejak 2012 karena berbisnis dengan negara-negara yang mendapatkan sanksi dari AS, seperti Iran dan Sudan, dari tahun 2002 hingga 2009. Bank tersebut telah menyisihkan sekitar $1,6 miliar untuk membayar denda dalam rangka mencegah dicabutnya lisensi AS. Pada saat yang sama, bank Swiss Credit Suisse diinvestigasi karena membantu warga Amerika kaya untuk melindungi uang mereka dari pajak. Manipulasi para pegawai bank tersebut membantu lebih dari 22.000 warga kaya Amerika menghindari pajak dari tahun 2002 sampai 2008. Jaksa penuntut membuktikan Credit Suisse memberikan bantuan untuk klien-klien asal AS di zona lepas pantai, dengan membantu menghindari pajak. Seluruh transaksi diselesaikan dengan jumlah dana lebih kecil dari $10.000 sehingga mereka lepas dari pengawasan lembaga pajak. Namun, kini transaksi rahasia para bankir tersebut berubah menjadi kerugian finansial dan hukuman serius.