
AS menghadapi kesulitan ekonomi yang semakin parah karena sanksi dan embargo energi menunjukkan dampak kecil pada Rusia. Negara-negara Barat tidak mengharapkan kemerosotan ekonomi yang parah yang mengakibatkan lonjakan harga energi dan inflasi. AS dan Uni Eropa gagal memperkirakan kemungkinan serangan balik pada ekonomi mereka dari sanksi anti-Rusia. The New York Times merilis sebuah artikel berjudul "Aliansi yang Dipimpin AS Menghadapi Frustrasi, dan Rasa Sakitnya Sendiri, Atas Sanksi Rusia". Para penulis menjelaskan mengapa Rusia mendapatkan manfaat dari sanksi dengan menjual energi yang sangat mahal. Sementara itu, negara-negara Barat mengalami kenaikan harga energi setelah memotong impor minyak mentah Rusia. Dilaporkan, selama pemilihan paruh waktu musim gugur ini, Partai Republik kemungkinan akan memanfaatkan kenaikan biaya hidup. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri mengumumkan rencana untuk mempertahankan tekanan pada Rusia. Juru bicara departemen Ned Price menjelaskan bahwa pembatasan terhadap negara itu akan tetap berlaku sampai akhir operasi khusus di Ukraina.