logo

FX.co ★ Twitter tuduh Musk merusak reputasinya

Twitter tuduh Musk merusak reputasinya

Twitter tuduh Musk merusak reputasinya

Kisah panjang Elon Musk vs Twitter semakin meraih momentum karena lebih dari $40 miliar menjadi taruhannya. Selama sidang, perwakilan Twitter menuduh pengusaha Tesla itu berniat memfitnah jejaring sosial itu.

Pada bulan April, Elon Musk, orang terkaya dunia dan juga salah satu pengguna Twitter paling aktif, mengumumkan bahwa ia akan membeli platform media sosial itu. Nilai kesepakatan diperkirakan sebesar $44 miliar. Musk bahkan mengusulkan serangkaian perubahan pada Twitter untuk membuat Platform itu lebih baik dari sebelumnya. Pada bulan Mei, Musk mengatakan bahwa kesepakatan Twitter untuk sementara ditangguhkan. Menurutnya, jejaring sosial itu memiliki terlalu banyak pengguna bot dan spam dari yang mereka klaim. Mengikuti kabar ini, saham Twitter merosot 20%. CEO Tesla dan SpaceX juga menarik penawarannya. Namun, perusahaan menempuh jalur hukum untuk mendorong perjanjian merger tersebut.

Selama sidang awal, penasihat Twitter mengatakan bahwa perilaku Musk tidak dapat dimaafkan. Pihak penuntut percaya bahwa tindakan Musk telah menempatkan jejaring sosial itu di bawah tekanan dan merusak reputasinya. Sehubungan ini, Twitter mendesak miliarder itu untuk memfinalkan kesepakatan pembelian dan bukannya mencegah rencana itu berlanjut.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading