
Uni Eropa memberlakukan beberapa paket sanksi utama terhadap Rusia sebagai tanggapan atas invasinya ke Ukraina. Namun, pihaknya berencana mengecualikan produk pertanian dari daftar sanksi akibat krisis pangan.
Komisi Eropa menyatakan bahwa “Sanksi UE tidak menargetkan perdagangan produk pertanian dan makanan antara negara ketiga dan Rusia”. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyampaikan pandangan ini. "Paket saat akan memberlakukan larangan impor baru pada emas Rusia, sambil memperkuat penggunaan ganda dan kontrol ekspor teknologi canggih kami," ujarnya, merinci bahwa Komisi Eropa mengusulkan perpanjangan sanksi hingga Januari 2023.
Pekan lalu UE menerapkan paket sanksi ketujuh terhadap Rusia. Ini termasuk larangan ekspor emas Rusia serta sanksi terhadap lebih dari 50 individu dan entitas. Selain itu, UE memperketat pembatasan ekspor barang-barang Rusia seperti bahan kimia dan mesin yang dapat digunakan untuk keperluan militer.