logo

FX.co ★ IMF memperingatkan pergeseran tektonik geopolitik

IMF memperingatkan pergeseran tektonik geopolitik

IMF memperingatkan pergeseran tektonik geopolitik

Dana Moneter Internasional memperingatkan bahwa fragmentasi geopolitik merupakan ancaman terbesar bagi ekonomi global dalam menghadapi konflik Rusia-Ukraina. Banyak analis khawatir ekonomi global dapat berantakan ke dalam blok geopolitik yang berbeda. Fragmentasi seperti itu merupakan penghalang utama dalam mengatasi masalah global seperti mitigasi perubahan iklim. Selain risiko ekonomi dan keuangan tradisional, para ekonom IMF menunjukkan faktor-faktor seperti pengetatan kebijakan moenetr, perlambatan PDB di China, dan melonjaknya harga energi. Pada saat yang sama, para ahli memperingatkan tentang ekonomi dunia yang runtuh menjadi blok geopolitik di tengah konflik militer di Ukraina. "Risiko serius dalam jangka menengah adalah bahwa operasi militer di Ukraina akan berkontribusi pada fragmentasi ekonomi global pada blok geopolitik dengan standar teknologi yang dapat dibedakan dengan jelas, sistem pembayaran lintas batas, dan mata uang cadangan," laporan dana tersebut. Saat ini, IMF tidak melihat tanda-tanda vital deglobalisasi trading atau "reshoring," yang berarti memindahkan produksi lepas pantai kembali ke rumah dari negara-negara kurang berkembang. Ekonomi dunia mungking mengalami rasa sakit yang akut jika fragmentasi geopolitik meningkat. Pemerintah dunia mungkin berpisah dan perpecahan semacam itu dapat mengarah pada fakta bahwa "krisis pangan saat ini akan menjadi norma," IMF memperingatkan. Akan tetapi, beberapa ahli percaya bahwa risiko ekonomi dunia dibagi menjadi blok geopolitik dibesar-besarkan. Sebaliknya, di tengah gejolak geopolitik, Rusia siap untuk bekerja sama dengan sebagian besar negara Asia, termasuk Suriah, China, Korea Utara, Venezuela, dan Iran, serta dengan Kuba dan Belarus. Terlebih lagi, China lebih tertarik pada perdagangan dengan Rusia daripada negara lain, karena memiliki lebih banyak keuntungan dari kerja sama ini. Pada saat yang sama, krisis pasokan global membebani ekonomi dunia. Misalnya, Indeks Tekanan Rantai Pasokan Global telah berada pada level rekor sejak Desember 2021, yang menandakan gangguan yang cukup besar dalam rantai pasokan global. Di tengah krisis pasokan yang sedang berlangsung dan runtuhnya rantai pasokan, serta karena reshoring, risiko deglobalisasi ekonomi dunia meningkat. Para ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan multipolaritas. Menurut para analis, sistem sosial-ekonomi multipolar global akan menjadi kurang stabil dibandingkan sistem bipolar. Terlebih lagi, sistem bipolar terbentuk selama Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Para ekonom percaya bahwa, dalam kasus seperti itu, sistem unipolar yang didominasi oleh Amerika Serikat lebih disukai.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading