logo

FX.co ★ Investor S&P 500 diliputi oleh malapetaka dan kesuraman.

Investor S&P 500 diliputi oleh malapetaka dan kesuraman.

Investor S&P 500 diliputi oleh malapetaka dan kesuraman.

Para pakar menyatakan bahwa pasar ekuitas AS rally di paruh kedua Agustus. Nilai saham-saham yang termasuk dalam S&P 500 naik tajam. Namun, rally cepat tersebut menyebabkan kerugian bagi investor karena S&P 500 mencapai area overbought. Di bawah kondisi pasar seperti itu, analis menurunkan perkiraan pendapatan untuk perusahaan di S&P 500 pada tahun 2022 dan 2023.

Ketika pasar saham AS mencetak posisi terendah baru pada pertengahan Juni, para ahli meningkatkan perkiraan rasio harga terhadap pendapatan (P/E) pada saham S&P 500 untuk tahun 2022 penuh, menjadi 18,9 poin. Sebelumnya, konsensus mencapai 16 poin. Kesenjangan dalam prakiraan ini dipandang oleh para ahli sebagai revisi yang cukup besar untuk waktu yang singkat. Dalam konteks ini, saham S&P 500 memasuki area overbought. Untuk saat ini, saham tersebut dinilai terlalu tinggi.

Sementara itu, spread antara imbal hasil saham dan imbal hasil Treasury 10-tahun tercatat sebesar 2,37%. Sebelumnya, skor yang sama tercatat pada musim gugur 2018. Angka tersebut turun di bawah level ini hanya pada April 2022. Wall Street mengalami penurunan parah di kedua kasus tersebut.

Pada tanggal 24 Agustus, para analis menurunkan perkiraan laba agregat S&P 500 sebesar 3,4% menjadi $226,65 per saham. Saham yang terdaftar di S&P 500 mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan diperdagangkan pada rata-rata $230,02 per saham. Perkiraan awal untuk kenaikan S&P 500 juga suram untuk tahun 2023. Laba perusahaan S&P 500 diperkirakan akan turun sebesar 2,5% menjadi $243,92 per lembar. Para ahli memperingatkan tentang tren turun yang berkepanjangan, meskipun dengan penurunan minor.

S&P 500 telah terjebak di level overbought karena investor berkecil hati dengan memudarnya calon keuntungan di tengah kebijakan pengetatan moneter agresif Federal Reserve. Indeks mencapai beberapa support dari rally yang sedang berlangsung karena pasar telah menutup sebagian kerugian besar. Namun demikian, ada peluang tipis untuk bull market di Wall Street karena bank sentral AS hampir tidak akan melemahkan laju kenaikan suku bunga yang tajam.

Meskipun S&P 500 saat ini overbought, situasinya dapat berubah kapan saja. Faktor-faktor fundamental dapat kembali mengatur tone untuk pasar saham. Untuk alasan ini, rasio harga terhadap pendapatan (P/E) pada S&P 500 dapat menurun ke nilai rata-rata 17,4 poin atau jatuh ke posisi terendah Juni di angka 16 poin. Penurunan P/E realistis di balik kekacauan ekonomi saat ini dan kebijakan moneter hawkish yang ditempuh oleh bank sentral utama.

Untuk saat ini, para ahli menyatakan ada kemungkinan 50:50 bahwa S&P 500 akan mengembangkan rally yang stabil atau menjadi mangsa fundamental negatif. Oleh karena itu, Wall Street akan diperdagangkan dengan volatilitas tinggi, para ahli menyimpulkan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: