
Investor asing yang bertaruh pada obligasi dolar pengembang properti Tiongkok berpotensi mengalami kerugian besar hingga ratusan miliar dolar. Krisis pasar perumahan memberikan pukulan telak bagi mereka yang berharap meraup untung besar di sektor ini. Kini para investor dalam utang properti Tiongkok memperkirakan kerugian total menjadi $130 miliar. Sektor perumahan Tiongkok telah lama berada di bawah tekanan, hingga krisis mencapai puncaknya pada tahun 2022. Dua pertiga dari obligasi dolar yang diterbitkan oleh pengembang Tiongkok telah kehilangan nilainya hampir 30%. "Kami masih percaya default akan berlanjut hingga sisa tahun 2022, terutama untuk pengembang dengan jatuh tempo utang luar negeri yang besar dan penjualan yang lemah," kata Cedric Lai, analis kredit senior di Moody's Investors Service. Saat ini, banyak obligasi dolar di sektor properti diperdagangkan pada tingkat yang menyiratkan risiko gagal bayar yang sangat tinggi. Misalnya, satu obligasi yang jatuh tempo pada 7 September yang diterbitkan oleh Kaisa Group dihargai $0,09 per dolar. Ini berarti kerugiannya sekitar $ 272 juta. Tahun ini, perusahaan real estate Tiongkok gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran obligasi dolar senilai $31,4 miliar. Data resmi menunjukkan bahwa penjualan rumah di Tiongkok merosot hampir 30% pada paruh pertama tahun ini.
Komentar: