
Dolar AS mempertahankan dominasi di tahun 2022, dilansir oleh media Tiongkok Global Times. Kekuatan alat pembayaran sah memberi Amerika Serikat keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan para pesaingnya. Sementara saat ini Uni Eropa sedang menghadapi krisis energi, dolar yang lebih kuat kian meninggalkan kurs blok Eropa jauh di belakang.
Global Times mengatakan bahwa konflik Rusia-Ukraina dibarengi oleh kesengsaraan akibat maslaah energi Eropa sangat menguntungkan Amerika Serikat. Di tengah perkembangan geopolitik saat ini, pemasok gas dari AS dapat menemukan pasar baru untuk menjual komoditas gas mereka, memperketat kontrol atas UE, dan memukul eksportir utama yaitu Rusia.
Terkait hal ini, Uni Eropa tidak punya pilihan lain selain meningkatkan impor LNG dan mencari pemasok baru, Global Times menegaskan. Hal ini terutama disebabkan oleh penutupan pipa Nord Stream Rusia tanpa batas waktu, ini menyebabkan adanya lonjakan permintaan untuk carrier LNG ke Eropa.
Lin Boqiang yang merupakan dekan Institut Tiongkok untuk Studi Kebijakan Energi di Universitas Xiamen mengatakan. harga energi akan tetap tinggi apabila restrukturisasi ekonomi global selesai. Pakar ini percaya bahwa inflasi akan tetap pada level tinggi meskipun biaya impor LNG ke Eropa dari Amerika Serikat dinaikkan. Lin Boqiang juga memperkirakan bahwa zona euro akan menghadapi kekurangan listrik dan gangguan pada produksi dan rantai pasokan di musim dingin tahun ini.
Sebelumnya, Gazprom mengumumkan akan menutup pipa Nord Stream untuk perbaikan akibat adanya kebocoran terdeteksi di turbin Trent 60.
Komentar: