
Menurut Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, blok itu tengah menghadapi situasi luar biasa dalam pasar energi. Ia mencatat bahwa Eropa masih sangat bergantung pada persediaan minyak mentah Rusia. Oleh karena itu, Presiden von der Leyen menyerukan intervensi darurat dalam pasar listrik demi mengekang inflasi yang memuncak di tengah harga gas yang melambung. Saat ini, pasar listrik grosir UE bekerja pada dasar pricing marginal, dimana itulah mengapa harga akhir listrik seringkali ditetapkan oleh harga gas. Sehingga, sistem ini perlu diubah. Von der Leyen tidak mengungkapkan detail lebih lanjut. Para analis percaya bahwa tujuan utama langkah itu adalah untuk membuat harga daya berkurang korelasinya terhadap harga gas. Ini dapat dicapai dengan membatasi harga LNG atau mengecualikan gas ketika menghitung harga akhir. Mayoritas negara-negara UE telah mengisi 80% kapasitas penyimpanan gas mereka, sementara fasilitas-fasilitas penyimpanan gas Jerman hampir penuh 83%. Namun, para ahli memperingatkan mengenai optimisme yang terlalu prematur, dengan mengatakan bahwa penuhnya penyimpanan gas di Jerman dan negara lainnya dapat membantu menurunkan harga LNG tapi itu tidak bagus untuk ekonomi dalam jangka panjang.
Komentar: