
Arab Saudi menghadapi kritik tajam dari negara mitra Amerika Serikat menyusul perjanjian OPEC+ untuk memangkas produksi minyak. Kerajaan menolak tuduhan politisasi minyak untuk melukai AS. Adel Al-Jubeir, Menteri Negara Untuk Urusan Luar Negeri Arab Saudi, meyakinkan Washington bahwa tidak ada motif politik di balik keputusan untuk mengurangi produksi minyak. Menteri itu mengklaim bahwa Arab Saudi sama sekali tidak bertanggung jawab atas melambungnya harga bahan bakar di AS. Sebaliknya, ia mengingatkan Washington bahwa kapasitas kilang minyak Amerika yang tidak memadai berada di balik kenaikan harga bahan bakar. "Dengan segala hormat, alasan harga (bbm) tinggi di Amerika Serikat adalah karena anda kekurangan kilang minyak yang telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun, anda belum membangun fasilitas kilang minyak dalam beberapa dekade,” Al-Jubeir menjelaskan. Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden menyalahkan Arab Saudi dan Rusia atas kenaikan harga bbm di AS setelah OPEC+ memutuskan untuk memangkas produksi minyak mulai November tahun ini. Sekutu itu sepakat untuk memberlakukan pemotongan produksi sebesar 2 juta barel per hari.
Komentar: