
Dengan beberapa ekonom menganggap dolar AS sebagai alasan utama penurunan ekonomi global, Presiden Joe Biden berbicara untuk melindungi mata uang nasional mereka. Sang presiden menolak mengakui dampak negatif dolar AS terhadap ekonomi global. Joe Biden percaya bahwa kuatnya dolar tidak menimbulkan masalah.
Sambil berkaca pada situasi ekonomi dunia yang sedang dilanda kesulitan, Joe Biden membela dolar AS setelah kurs ini dituduh sebagai sumber masalah global. “Jadi, masalahnya ada pada lemahnya pertumbuhan ekonomi dan kebijakan ekonomi sehat di negara lain, bukan salah kami,” kata pemimpin AS itu, seraya menambahkan bahwa “ekonomi kami (AS) sangat kuat.” Jelas bahwa tangguhnya dolar berpengaruh besar pada proses ekonomi global karena USD merupakan mata uang utama di dunia. Namun, bukan jadi alasan kuat untuk menyalahkannya dolar AS atas semua kesengsaraan yang ada. USD telah menarik minat investor sebagai aset yang paling dapat diandalkan untuk waktu yang lama. Dengan greenback dianggap sebagai mata uang yang dominan, apresiasi kurs cukup besar tidak dapat diabaikan begitu saja. “Kekuatan dolar tentu memberikan banyak tekanan pada sejumlah negara,” kata Pierre‑Olivier Gourinchas, Direktur Riset IMF. “Pertama, membuat harga barang impor yang dihargai dalam kurs dolar menjadi lebih tinggi. Sehingga meningkatkan tekanan inflasi di negara lain,” jelas Pierre‑Olivier Gourinchas. “Kemudian ada pengetatan kondisi keuangan. Banyak perusahaan atau pemerintah memiliki utang dalam kurs dolar, utang menjadi lebih mahal seiring dengan apresiasi dolar, ”tambahnya.
Komentar: