logo

FX.co ★ Prancis meminta harga gas Amerika yang lebih rendah

Prancis meminta harga gas Amerika yang lebih rendah

Prancis meminta harga gas Amerika yang lebih rendah

Penolakan gas Rusia telah menjadi ujian nyata bagi hubungan persahabatan antara Eropa dan Amerika Serikat. Saat ini, perusahaan-perusahaan AS seharusnya menjadi pemasok gas terkemuka ke Eropa dan berhak untuk menetapkan harga. Akan tetapi, perilaku seperti itu dapat merusak persahabatan. Tepat setelah Rusia memotong pasokan gasnya ke Eropa, perusahaan-perusahaan AS melakukan upaya untuk mendapatkan kendali atas pasar lokal.

Untuk menyediakan pasokan reguler, AS telah meningkatkan produksi gas secara signifikan. Oleh karena itu, pada bulan September, total produksi gas mencapai 2,8 miliar meter kubik per hari. Perusahaan-perusahaan AS telah mulai memproduksi rekor jumlah gas di tengah meningkatnya permintaan, terutama dari Eropa. Tindakan AS dapat dapat dijelaskan oleh keinginannya untuk membebaskan Eropa dari ketergantungan pada gas Rusia. AS sangat bersemangat berusaha mencapai tujuannya sehingga telah berjalan lebih cepat dari jadwal untuk memompa gas ke penyimpanan bawah tanah. Akan tetapi, negara-negara Eropa harus membayar terlalu banyak untuk dukungan tersebut. Menteri Keuangan Prancis mendesak Amerika Serikat untuk menawarkan harga yang lebih murah untuk gas alam cair. "Kami mengharapkan lebih banyak dari pemerintah AS untuk mendapatkan LNG dengan harga yang lebih murah dengan pendekatan jangka panjang," kata Bruno Le Maire. Dia juga menyoroti bahwa "Gas alam cair Amerika saat ini menyumbang 45 persen dari impor LNG benua itu, dibandingkan dengan 28 persen tahun lalu."

Beberapa saat sebelumnya, Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck menuduh Amerika Serikat dan negara-negara lain mengenakan "harga astronomi" untuk gas.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: