
Ada sebuak keyakinan yang menyebut bahwa orang kaya tidak akan akan bisa memahami orang biasa, begitu pula sebaliknya. Masalah yang dihadapi orang kaya tidak relevan dengan kehidupan kalangan biasa. Namun, ada satu kesamaan yang mungkin dimiliki oleh kedua kelompok tersebut: orang kaya dan orang biasa pasti mengalami kesulitan saat memutuskan bagaimana menyalurkan uang hasil jerih payah mereka. Namun, apabila menyangkut miliarder, cakupan masalahnya pasti jauh lebih besar. Menurut penelitian baru-baru ini, ada hampir $84 triliun yagng diharapkan akan diteruskan ke generasi muda dalam 20 tahun ke depan di AS saja. Angka ini sungguh mengesankan, dan tentu saja bagi mereka yang berhasil mengumpulkan kekayaan sebanyak ini harus memikirkan cara menyalurkan dana. Anehnya, 41% orang super kaya yang disurvei oleh UBS mengatakan bahwa mereka tidak berencana akan mewariskan kekayaan mereka kepada generasi berikutnya. Laporan dari UBS menunjukkan bahwa sejumlah besar investor dengan kekayaan bersih yang tinggi tidak berencana untuk mempersiapkan proses pewarisan yang lancar. Sekitar 76% responden khawatir tentang kemungkinan masalah yang mungkin timbul saat mereka mengalihkan aset mereka. Sebanyak 71% investor bertujuan untuk meminimalkan pajak warisan sementara 70% ragu bahwa generasi mendatang akan menggunakan aset mereka dengan bijak. Laporan yang dilakukan juga menemukan bahwa tidak semua responden berencana untuk membagi kekayaan mereka dengan merata. Khususnya, ada 46% investor yang lebih memilih untuk menghindari topik ini dalam pembicaraan keluarga. Namun, kurangnya perencanaan dapat menyebabkan masalah jangka panjang, menurut Iqbal Khan yang merupakan presiden UBS Global Wealth Management. “Sementara investor sangat menginginkan proses pewarisan berjalan lancar, perencanaan pengalihan warisan yang kurang memadai dapat memakan biaya tinggi dan dapat menyebabkan konflik keluarga yang tidak terselesaikan,” lanjutnya.
Komentar: