
Perdebatan sengit diantara pemimpin UE mengenai pemangkasan harga minyak Rusia pada akhirnya menghasilkan kesepakatan. Pembuat kebijakan tidak bisa mencapai common denominator menjelang musim dingin. Selain itu, minyak mentah Rusia telah terjual pada potongan harga besar. Otoritas UE bersiap untuk mengatur pemangkasan harga di $65-70 per barel. Pada 5 Desember, grup G7 dari negara-negara ekonomi besar menetapkan batas harga minyak lintas laut Rusia sebesar $60 per barel untuk "mencegah Rusia mengambil untung dari perang agresinya melawan Ukraina".
Kebijakan harga pada produk bahan bakar Rusia telah menjadi agenda utama di UE sejak invasi Rusia ke Ukraina. Brussels bertujuan akan meningkatkan tekanan sanksi dan memangkas pendapatan Kremlin yang dihabiskan untuk mesin perang. Otoritas UE kewalahan dengan gagasan yang bertentangan dengan akal sehat ini. Sementara pembicaraan sedang berlangsung, harga minyak terus turun. Masalahnya adalah batas harga yang diusulkan sensitif terhadap waktu. Awalnya, pembuat kebijakan UE menganjurkan harga $65-70 per barel, tetapi level ini terlalu tinggi, sesuai dengan harga historis rata-rata per barel yang tercatat pada awal 2022.
"Minyak Rusia saat ini diperdagangkan pada potongan harga signifikan dibandingkan dengan Brent, yaitu sekitar $65 per barel, "analis senior di Bruegel Simone Tagliapietra berkomentar mengenai pemangkasan harga yang diantisipasi. Dengan kata lain, pembicaraan serius tidak masuk akal dan para pimpinan UE hanya membuang waktu di rapat tanpa akhir tersebut. Minyak mentah Rusia saat ini ditetapkan pada $25-40 per barel tanpa adanya pemangkasan harga. Anehnya, batas harga yang didesak Brussel bukanlah sebuah hukuman namun adalah mimpi dari pemasok minyak Rusia.
Komentar: