logo

FX.co ★ China kesulitan pastikan stabilitas keuangan

China kesulitan pastikan stabilitas keuangan

China kesulitan pastikan stabilitas keuangan

Sementara ekonomi beberapa negara berkembang pesat terlepas dari risiko saat ini, China hanya bisa memimpikannya. Pasca Kebijakan Nol-Covid yang menghancurkan dan hambatan lainnya, perekonomian terbesar kedua ini tidak dapat kembali pulih.

Belum lama ini, Biro Statistik Nasional China menerbitkan laporan keadaan ekonomi terbaru. Pada bulan November, indeks PMI Manufaktur turun ke level 48. Angka PMI di atas 50 mengisyaratkan pertumbuhan, sedangkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi ekonomi. Indeks PMI terbaru ternyata merupakan yang terburuk sejak April. Sektor manufaktur China terus turun selama dua bulan berturut-turut. Di sektor jasa, kondisinya lebih suram. Indeks PMI Jasa menyusut menjadi 46,7 pada bulan November, menunjukkan laju penurunan tercepat sejak April.

Pembatasan virus ketat yang diberlakukan di banyak wilayah China menjadi alasan utama lesunya ekonomi China. Seringkali, lockdown menyebabkan penutupan pabrik. Situasi ini kemungkinan akan memburuk dan menekan perekonomian turun pada tahun 2023, ujar Sheena Yue, seorang ekonom di Capital Economics.

Produsen mobil menghadapi kekurangan komponen akibat Kebijakan Nol-Covid yang diberlakukan pemerintah untuk mengekang penyebaran virus corona. Kebijakan ini memaksa perusahaan menutup jalur produksi serta seluruh pabrik.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: