logo

FX.co ★ USD yang kuat merugikan perekonomian global

USD yang kuat merugikan perekonomian global

USD yang kuat merugikan perekonomian global

Presiden AS Joe Biden mengesampingkan dampak negatif dari dolar AS yang kuat di seluruh dunia. Sebaliknya, ia menyalahkan pertumbuhan ekonomi yang lemah di beberapa negara karena melemahkan perekonomian global. "Masalahnya adalah kurangnya pertumbuhan ekonomi dan kebijakan yang baik di negara lain, tidak sebanyak negara kami," ia menjelaskan. Ia mengatakan kebijakan dolar AS yang kuat tidak ada kaitannya dengan itu dan menambahkan bahwa "Perekonomian AS sangatlah kuat." Biden mengakui bahwa tekanan inflasi di negara lain mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan AS. Namun, sulit untuk meremehkan dampak dari greenback kuat pada perekonomian global. Menurut International Monetary Fund (IMF), kenaikan dalam USD adalah faktor negatif bagi mayoritas negara. Sejak awal 2022, dolar AS telah naik ke level tertingginya hampir 20 tahun. Dengan demikian, USD naik 22% terhadap yen Jepang, pada 13% – terhadap euro, dan pada 6% – terhadap mata uang pasar negara berkembang. IMF percaya bahwa krisis energi yang disebabkan oleh sanksi dari impor minyak mentah Rusia juga memenuhi kenaikan dolar AS. Saat ini, hampir 40% dari transaksi global internasional ditagih dalam USD yang membuat negara lain sulit menekan kenaikan harga. Beberapa negara harus mendapat bantuan suntikan keuangan untuk melonggarkan inflasi. Namun, IMF mencatat bahwa langkah ini memiliki sedikit dampak maupun tidak ada sama skali. Pimpinan Eksekutif JPMorgan Jamie Dimon mengatakan bahwa AS dan perekonomian global bisa jatuh ke resesi dalam enam hingga sembilan bulan. Ia menunjukkan bahwa Eropa telah berada diambang penurunan ekonomi. Sebelumnya, Presiden World Bank David Malpass dan International Monetary Fund Managing Director Kristalina Georgieva juga memperingatkan risiko resesi global yang meningkat.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: