
Keputusan Jerman untuk menghentikan impor gas alam Rusia memaksanya memilih pemasok alternatif. AS dan Qatar mulai mengekspor gas ke perekonomian terbesar UE tersebut. Artinya, Rusia ditinggalkan pembeli utama energinya, namun tampaknya, negara lain dapat menggantikan posisi Jerman.
Menurut Volkan Ozdemir, direktur wadah pemikir Turki, ATA Platform, Turki dapat menggantikan Jerman sebagai importir utama minyak dan gas Rusia. Ozdemir menyatakan Ankara tidak mendukung sanksi anti-Rusia dan volume perdagangan antara Rusia dan Turki meningkat. Saat kerja sama antara Rusia dan Turki semakin intensif, pandangan ini mungkin cukup realistis. Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan bahwa Ankara telah mengambil langkah pertama dalam menjalankan proyek hub gas yang diusulkan Vladimir Putin. Turki kemungkinan akan membeli gas alam Rusia untuk mengekspornya kembali ke negara lain, termasuk Jerman.
Volkan Ozdemir menyatakan bahwa ekonomi berorientasi ekspor Turki menderita akibat resesi yang sedang berlangsung di Eropa karena Jerman tetap menjadi importir utama barang-barang Turki. Ozdemir menyatakan bahwa Turki dapat mendiversifikasi ekonominya dan memulai integrasi ekonomi dengan Rusia, serta menyatakan bahwa proses tersebut telah dimulai.