logo

FX.co ★ Janet Yellen akui ada risiko resesi

Janet Yellen akui ada risiko resesi

Janet Yellen akui ada risiko resesi

Sekitar beberapa pekan yang lalu, para pejabat AS menyangkal kemungkinan terkecil dari resesi pada masa mendatang. Namun, kini mereka telah mengubah pandangan ini. Menteri Keuangan AS Janet Yellen telah mengakui bahwa ekonomi nasional dapat tergelincir ke dalam resesi pada tahun 2023.

Dalam wawancara terbaru dengan saluran CBS, Janet Yellen menjelaskan bahwa pada tahun 2023, ekonomi AS mungkin dilanda resesi. Meskipun Menteri Keuangan AS mengatakan terdapat risiko resesi, Yellen yakin resesi yang mendekat tidak diperlukan untuk menurunkan inflasi. “Ada lonjakan lapangan kerja dan membuat banyak orang kembali bekerja,” kata Janet Yellen. “Untuk dapat menurunkan inflasi dan karena hampir semua orang yang menginginkan pekerjaan sudah memiliki pekerjaan, pertumbuhan inflasi harus melambat,” tambahnya. Janet Yellen juga menekankan bahwa “selalu ada risiko resesi” dan “perekonomian tetap rentan terhadap guncangan”. Namun, ia juga menilai perekonomian nasional cukup stabil dan memiliki sistem perbankan dan sektor bisnis yang kuat. Dengan kata lain, AS memiliki peluang baik dalam menghadapi kemerosotan ekonomi dan menghindari resesi.

Berbeda dengan ekonomi AS, ekonomi global tidak dapat membanggakan indikator ekonomi yang stabil. Riset yang dilakukan oleh Institute of International Finance mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 ekonomi global akan tumbuh sebesar 1,2%. Kinerja ini bisa dibandingkan dengan angka yang tercatat selama krisis 2008-2009. Menurut skenario utama, konflik di Ukraina akan berlangsung hingga 2024. Terkait hal ini, ekonomi global dapat jatuh ke tingkat krisis keuangan sebelumnya.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: