logo

FX.co ★ Lonjakan COVID China akan merusak kesehatan ekonominya

Lonjakan COVID China akan merusak kesehatan ekonominya

Lonjakan COVID China akan merusak kesehatan ekonominya

Di tengah kebangkitan COVID-19, China kemungkinan akan menghadapi krisis ekonomi lainnya, demikian yang dilaporkan Bloomberg.

Diperkirakan ratusan juta orang di China mungkin telah terinfeksi COVID-19. Para ahli dan pebisnis khawatir negara tersebut mungkin berisiko mengalami penurunan keuangan.

Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Chongqing dicengkeram oleh penyebaran virus yang cepat. Tingkat kemacetan lalu lintas di 15 kota besar China turun 56% dari Januari 2021, yang bahkan lebih buruk daripada saat lockdown musim semi.

Komisi Kesehatan Nasional memprediksi bahwa kasus virus corona harian dapat melonjak hingga sebanyak 37 juta. Akan tetapi, data terbaru menunjukkan bahwa kasus COVID-19 mungkin telah membengkak 18% menjadi 284 juta.

Karena virus memperkuat cengkeramannya di negara itu, sistem kesehatan China sedang didorong ke batasnya. Orang-orang lebih suka untuk tinggal di dalam ruangan, tidak tertarik bepergian ke penjuru negeri. Para ahli khawatir bahwa konsumsi dan produksi di China dapat terpengaruh secara serius sebagai akibatnya. "Lonjakan tingkat inflasi Covid-19 setelah pelonggaran pembatasan mobilitas masih akan membatasi aktivitas ekonomi dalam jangka waktu Desember-Januari," kata analis M&G Investments, Guan Yi Low.

Pada awal Desember 2022, para ahli menyatakan akan ekonomi China mulai pulih dari COVID-19. Ahli strategi Nomura bahkan mengklaim bahwa dampak negatif dari pengendalian Covid China terhadap ekonominya turun menjadi 19,3% dari total GDP, untuk pertama kalinya sejak Oktober.

Jesse Wheeler, seorang analis ekonomi di Morning Consult, percaya bahwa China dapat segera menghadapi risiko serius di bidang ekonomi dan kesehatannya. "Banyak calon konsumen kemungkinan akan tinggal di rumah dan melupakan aktivitas tertentu untuk menghindari paparan virus," katanya.

EPMI China, salah satu indikator utama aktivitas bisnis di sektor ekonomi teknologi tinggi, turun ke 46,8 pada bulan Desember, menggambarkan kontraksi. Pada bulan November, indeks berada di 52,2, mencerminkan ekspansi ekonomi Tiongkok.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: