
Berdasarkan The New York Times, dibutuhkan sekitar $500 juta untuk memperbaiki pipa gas bawah air Nord Stream yang rusak akibat serangkaian ledakan berbahaya September lalu. Agensi media ini mengutip seseorang yang memahami proyek pipa gas ini.
Nord Stream AG, operator pipa gas Nord Stream 1, mulai menghitung biaya pipa gas yang rusak pada akhir Desember. Pakar Rusia juga mencoba menentukan kapan pemulihan pasokan gas melalui pipa memungkinkan untuk dilakukan. Pertanyaan terpentingnya, berapa lama pipa yang rusak ini dapat bertahan lama di dalam air laut.
Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, baru-baru ini menyebutkan kemungkinan memperbaiki jaringan pipa gas tersebut. Novak menyatakan bahwa uang dan waktu menjadi hal utama dalam kasus ini. Ia tidak merinci secara pasti jumlah atau tenggat waktunya. Namun, ia yakin perbaikan tidak mungkin dilakukan saat ini.
Ingat, sabotase pipa Nord Stream 2022 terjadi pada akhir September 2022. Saat itu, ada serangkaian pengeboman rahasia yang menyebabkan kebocoran gas bawah air. Gazprom menekankan bahwa kedua string di sistem Nord Stream 1 rusak. Hanya satu string Nord Stream 2 yang berpotensi utuh. Namun, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan string ini tidak memungkinkan untuk mulai beroperasi.
Penyelidik Swedia mengkonfirmasi tindakan sabotase tersebut. Mereka menemukan jejak bahan peledak di lokasi kebocoran gas. Meski demikian, pelaku ledakan belum ditemukan.
Beberapa politisi Eropa langsung menuduh Rusia. Yang lain, sebaliknya, yakin bahwa negara tersebut tidak ada hubungannya dengan ledakan ini.
Komentar: