
Presiden Ukraina Petro Poroshenko, Perdana Menteri Georgia Irakli Gharibashvili, dan Perdana Menteri Moldova Iurie Leanca menandatangani perjanjian asosiasi dan perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Akhirnya, negara-negara ini menemukan jalan mereka ke masa depan yang cerah di Eropa. Menurut Presiden Dewan Eropa, Herman Van Rompuy, tidak ada perjanjian bahwa "dapat membahayakan Rusia dengan cara apapun."Dokumen-dokumen ini bertujuan untuk membentuk masa depan umum dan kemakmuran bagi Uni Eropa dan bangsa-bangsa pasca-Soviet," ia menambahkan.
Sekarang, ketika dokumen telah siap, saatnya untuk memulai proses integrasi ke dalam perekonomian Eropa dan pasar. Apabila berhasil, maka hal ini akan diikuti dengan rezim penghapusan visa. "Hari ini Georgia mengambil langkah besar menuju Eropa bebas," kata Irakli Garibashvili dalam sambutannya pada upacara penandatanganan.
Petro Poroshenko, pada gilirannya menambahkan bahwa pakta tersebut memiliki semua yang dibutuhkan rakyat Ukraina. Selain itu, ia menyatakan bahwa hari ketika mereka akan menandatangani kesepakatan adalah "hari bersejarah, mungkin yang paling penting bagi Ukraina setelah deklarasi kemerdekaan." Integrasi ekonomi Ukraina dan asosiasi politik dengan Uni Eropa adalah kesempatan bagi bangsa ini. Dan kesempatan ini akan diambil sebagai reformasi jatuh tempo dan lewat jatuh tempo, presiden menambahkan. pemerintah Rusia masih berdebat mengenai pakta asosiasi dan menyiapkan berbagai langkah-langkah untuk melindungi perekonomian dari konsekuensi zona perdagangan bebas yang mungkin disebabkan antara Ukraina dan Uni Eropa. Dmitry Peskov, Atase Pers sebagai presiden Rusia, mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian asosiasi Uni Eropa adalah hak berdaulat Ukraina, Moldova, dan Georgia. "Tapi Rusia akan membawa langkah-langkah keamanan apabila pakta memberi pengaruh buruk pada ekonomi Rusia," katanya.