
LKAB Swedia, sebuah perusahaan pertambangan milik negara, mengumumkan telah menemukan deposit logam tanah jarang terbesar di Eropa, Swedia utara. CEO LKAB, Jan Mostrom, yakin bahwa penemuan ini dapat berdampak besar bagi transisi energi bersih UE. "Ini merupakan deposit elemen tanah jarang terbesar yang diketahui di bagian dunia kita, dan itu dapat menjadi blok bangunan yang signifikan untuk memproduksi bahan baku penting yang sangat penting untuk memungkinkan transisi hijau," katanya dalam sebuah pernyataan. Menurut Jan Mostrom, perusahaan siap berinvestasi besar-besaran dalam eksplorasi situs. Akan tetapi, proses ini mungkin memakan waktu beberapa tahun. Mineral tanah jarang, sekelompok 17 elemen, sangat penting bagi banyak industri teknologi tinggi, termasuk produksi kendaraan listrik. Sampai hari ini, China mendominasi pasar penambangan tanah jarang. Mineral-mineral ini kini tidak ditambang di Eropa, sementara permintaan diperkirakan akan meningkat pada tahun-tahun mendatang. Pada tahun 2030, permintaan UE untuk bahan tanah jarang akan meningkat lima kali lipat, menurut Komisi Eropa. Ebba Busch, Menteri Energi, Bisnis, dan Industri Swedia, percaya bahwa penemuan dan eksplorasi tambang baru akan menjadi tengara dalam elektrifikasi, swasembada, dan kemerdakaan Eropa dari Rusia dan China.
Komentar: