
Kabar mengenai peningkatan ekonomi tak terduga di Eropa menjadi berita utama. Menurut laporan media, ekonomi kawasan Eropa berhasil mengelak dari ancaman resesi. Namun, itu terlihat lebih seperti dorongan terakhir sebelum kejatuhan dramatis.
Data dari Eurostat menunjukkan bahwa ekonomi Eropa ditandai oleh kejutan ekspansi pada kuartal terakhir 2022. Produk domestik bruto naik 0,1% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sementara para ekonom menunjukkan penurunan sebesar 0,1% pada periode yang sama. Dengan itu, bukan krisis energi maupun kenaikan harga pangan yang menyebabkan kemunduran besar dalam ekonomi Eropa. Sebagai tambahan, harga energi di kawasan itu mengalami penurunan sejak paruh kedua tahun lalu, sehingga mendorong aktivitas ekonomi.
Menurut Eurostat, Irlandia (3,5%), Spanyol (0,2%), dan Prancis (0,1%) menambah kenaikan tertinggi dalam PDB. Swedia (-0,6%), Republik Ceko (-0,3%), dan Jerman (-0,2%) termasuk dalam daftar negara-negara yang menunjukkan performa terburuk. Sebagian analis percaya bahwa Jerman mungkin mengarah ke dalam resesi. "Jerman kemungkinan telah memasuki resesi dangkal dan singkat pada kuartal keempat yang akan berlangsung hingga kuartal pertama sebelum ekonomi stabil pada kuartal kedua (tahun ini)," ekonom Berenberg Salomon Fiedler mengatakan.
Komentar: