
Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye melakukan kunjungan resmi ke Uzbekistan, Kazakhstan, dan Turkmenistan dengan misi untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara negara-negara tersebut. Secara khusus, presiden perempuan pertama Korea Selatan berusaha untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah infrastruktur yang ada di pasar tunggal Asia yang memiliki potensi untuk menjadi alternatif dari pasar Eropa. Hasil upaya kolaborasi akan menjadi jaringan logistik bernama 'Silk Road Express' yang akan menghubungkan Korea Selatan dan Eropa melalui Korea Utara, Cina, Rusia dan negara-negara tetangga.
Selain proyek-proyek umum, Park Geun-hye menandatangani beberapa perjanjian terpisah. Dengan demikian, presiden menegosiasikan gas dan proyek-proyek energi surya dengan Presiden Uzbekistan Islam Karimov. Ketentuan perjanjian termasuk pengakuan bisnis Korea Selatan untuk mengembangkan ladang gas di wilayah Bukhara Uzbekistan. Proyek ini diperkirakan sebesar $4 miliar.
Park Geun-hye dan presiden Kazakhstan membahas pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di Balkhash senilai $4.9 milyar.
Media Kazakhstan melaporkan bahwa di tengah krisis yang sedang berlangsung dan meningkatnya permintaan energi dan sumber daya mineral lainnya serta kebutuhan untuk memperluas pasar untuk produk-produknya, Seoul menyadari semakin pentingnya wilayah ini. Forum Asia Tengah-Korea Selatan diprakarsai oleh Korea pada tahun 2007 dan konsep diplomasi Asia baru adalah gambaran yang jelas tentang hal tersebut. Konsep ini bertujuan untuk memperoleh sumber daya mineral dalam pertukaran teknologi informasi terbaru.