Tidaklah murah untuk sebuah negara melakukan eksplorasi sumber daya alamnya sendiri. Seperti yang dapat kita lihat, Amerika Serikat selalu ada ketika suatu negara ingin memulai pembangunan ladang minyak atau gas. Adalah perusahaan minyak AS ExxonMobil yang sedang bernegosiasi dengan perusahaan minyak negara Turki, Turkish Petroleum Corporation dalam sebuah usaha bersama untuk mengeksplorasi shale gas di wilayah tenggara dan barat laut Turki. Menurut estimasi awal, wilayah tersebut disebut-sebut mengandung cadangan shale gas yang besar.
Informasi ini dikonfirmasikan dalam lingkaran politik. "ExxonMobil datang ke Turki untuk bekerja sama dengan TPAO," Selami Incedaldi, kepala kementerian energi General Directorate of Petroleum Affairs mengatakan.
Yang menarik adalah bahwa Exxon telah mengadakan pembicaraan dengan TPAO mengenai kemitraan shale, namun negosiasi tidak menghasilkan apa-apa.
Namun, banyak yang telah berubah dan kini para pejabat Turki mengatakan bahwa pembicaraan kemungkinan akan menghasilkan sebuah kesepakatan. Turki sedang mempertimbangkan penurunan biaya energi bulanan yang diperkirakan mencapai $60 miliar. Dengan begitu, Turki berencana untuk mengembangkan sumber energi alternatif seperti: nuklir, batu bara, tenaga surya, dan energi angin.
Sementara itu, Royal Dutch Shell dan Canadian TransAtlantic Petroleum tengah menggali shale gas di tenggara Turki.