
Mengutip MSCI, kemungkinan gagal bayar utang AS yang belum pernah terjadi dalam sejarah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak awal 2023. Probabilitas default utang ini melonjak dari 3,3% saat awal Januari, naik ke 11,3% pada pekan lalu. MSCI melaporkan bahwa aktivitas perdagangan di credit default swap AS telah melonjak akibat investor mencari lindung nilai seandainya terjadi peristiwa yang berpotensi membawa bencana. Kongres AS hanya punya waktu beberapa bulan untuk mengambil tindakan agar terhindar dari skenario negatif semacam itu. Plafon utang berhasil disentuh pada pertengahan Januari. Saat ini Departemen Keuangan AS perlu menjaga agar pemerintah tetap mendanai dan membatasi utang yang menggelembung di saat bersamaan. Investor mulai khawatir terhadap aktivitas perdagangan di credit default swaps (CDS). CDS berfungsi sebagai sebuah asuransi terhadap emiten yang gagal melakukan pembayaran terjadwal atas utangnya. Apabila AS gagal membayar utang, pemegang treasury tidak akan menerima pembayaran mereka. Skenario lebih buruk adalah, jika keadaan seperti itu terjadi maka dapat menyebabkan keruntuhan ekonomi dan memicu volatilitas ekstrim dalam suku bunga. Masalahnya, sebagian besar tingkat suku bunga dunia didasarkan pada gagasan bahwa utang pemerintah AS bebas risiko dan stabil. Selain itu, jutaan lansia akan menghadapi risiko kehilangan tunjangan jaminan sosial mereka.
Komentar: