
Respon lambat Federal Reserve terhadap inflasi yang terus menguat akan menyebabkan krisis keuangan yang parah, prediksi salah satu pendiri The Home Depot, Ken Langone.
Regulator sudah tidak punya pilihan selain menaikkan suku bunga agar inflasi mencapai level target, terlepas dari situasi di pasar kerja.
Menurut Langone, bank sentral AS membuat keputusan yang salah di awal kenaikan inflasi, padahal lebih banyak yang bisa dilakukan. Kini, Amerika Serikat harus menanggung risiko karena bencana ekonomi akan segera terjadi.
Pada tahun 2021, inflasi AS sudah dua kali melebihi target 2%. Namun, Federal Reserve memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga hingga Maret 2022, padahal seharusnya Fed mencoba untuk memperlambat pertumbuhan harga sedini mungkin.
Saat ini, suku bunga mencapai 4,5%. Kenaikan suku bunga diyakini akan menjaga harga turun karena biaya pinjaman naik, dan tabungan diprioritaskan daripada pengeluaran. Namun, hal itu juga dapat memicu jatuhnya harga aset, sangat membatasi permintaan, dan meningkatkan pengangguran. Semua faktor ini adalah pendahulu kemerosotan ekonomi.
Langone menjelaskan bahwa sebanyak 2 juta orang Amerika dapat kehilangan pekerjaan jika inflasi terus meningkat.
Komentar: