
Rob Cihra, analis di Evercore, menyatakan bisnis iPhone Apple berkembang kebih cepat dari bisnis smartphone Samsung. Cihra meningkatkan perkiraan iPhone menjadi 35 juta unit di triwulan kedua. Jika Apple mencapai angka tersebut, maka penjualannya menyatakan 12% dalam skala tahun ke tahun. Meskipun pertumbuhan ini lebih lambat dari pasar smartphone keseluruhan, angka ini lebih baik dari Samsung. Menurut perkiraan Cihra, raksasa Korea Selatan ini telah menjual 81 juta telepon di triwulan kedua, yang hanya 6% dalam skala tahun ke tahun. Pertumbuhan Samsung mengalami penjualan yang melemah di jangkauan harga rendah dan menengah. Galaxy S5 masih mencapai target penjualan, namun di pasar maju, Samsung masih mencoba menjual simpanan triwulan pertamanya. Sementara itu, pembuat smartphone Cina telah meningkatkan rancangan, pemasaran, dan branding dan kembali di 2014 dengan barang yang jauh lebih baik. Mobile World Congress (MWC), pertunjukkan perdangan industri mobil besar di Barcelona, didominasi oleh pembuat telepon Cina yang beroperasi menggunakan Android senilai $35-$100. Para ahli menyampaikan bukti "kualitas yang sedikit membaik". Menariknya lagi, banyak para ahli menekankan tidak hanya rancangan yang mirip dengan barang milik Samsung, namun juga strategi pemasaran yang mirip. Untuk Samsung, ini adalah tantangan besar yang mungkin akan menyebabkan penurunan besar. Tentu, pelanggan tidak akan membayar premi besar untuk brand Samsung ketika mereka tidak bisa mendapatkan fungsi yang sama pada sistem operasi yang sama (Android) untuk uang yang lebih sedikit. Apple tidak menghadapi masalah tersebut. Apple adalah satu-satunya perusahaan yang membuat iPhone berjalan di iOS.