
Dalam siaran pers terbaru Standard & Poor's mengumumkan15 negara euro yang ratingnya akan di tinjau kembali, dimana terdapat kemungkinan 50% bahwa rating kredit akan diturunkan dalam tiga bulan mendatang.
Diantara negara-negara yang diumumkan adalah Perancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Austria dan Luksemburg, saat ini rating kreditnya adalah AAA.
Satu-satunya negara area euro yang tidak terkena tindakan terbaru Standard & Poor's ini adalah Siprus, karena rating negara tersebut sudah ditempatkan pada level peringatan; juga Yunani, yang ratingnya berada pada level minimum sejak Juli 2012.
Dalam siaran pers tersebut, S&P menyatakan bahwa tindakan yang diambil lembaga pemeringkat tersebut adalah karena krisis zona euro yang semakin dalam yang berdampak negatif pada kapasitas hutang Uni Eropa secara keseluruhan.
secara khusus, para ahli ekonomi menaruh perhatian pada jangka hutang yang memburuk dalam zona euro, hasil obligasi yang meningkat dari negara-negara dengan rating maksimal, kurangnya kebijakan antikrisis umum di negara Eropa, hutang negara yang tinggi dan juga potensi resesi di tahun 2012.
Perancis dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama untuk merespon tindakan Standard & Poor's, yang siap melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai stabilitas area euro.