
Para pelaku pasar tidak lagi percaya bahwa Amerika Serikat akan mampu menghindari resesi. Kebijakan moneter Federal Reserve telah berdampak panjang dan meresahkan perekonomian terbesar di dunia ini. Kini para pakar menyatakan bahwa skenario impian Wall Street mungkin sudah pupus.
Pasar saham kemungkinan besar tidak akan mengakhiri tahun ini dengan positif. Besarnya kemungkinan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kenaikan suku bunga lebih lama daripada perkiraan sebelumnya telah memupus harapan bahwa resesi dapat dihindari. Perekonomian AS kini mulai merasakan dampak tertinggal dari kebijakan moneter The Fed yang terus-menerus hawkish. Kondisi ini diperburuk oleh kombinasi beberapa faktor risiko, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa skenario positif bagi pasar saham dan perekonomian sedang terpuruk.
Saat ini semua perhatian tertuju pada pidato Ketua Fed, Jerome Powell, pada konferensi pers mendatang, yang diperkirakan akan sepenuhnya mengikis ekspektasi rally Wall Street pada akhir tahun. Prakiraan yang suram berasal dari kenaikan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dari 1,1% pada Januari 2021 menjadi 4,84% pada awal bulan ini, serta kenaikan suku bunga yang terus-menerus oleh regulator. Ketua The Fed telah berulang kali menyatakan bahwa kenaikan suku bunga selanjutnya diperlukan untuk meredam inflasi. Bank sentral telah mengisyaratkan bahwa mereka memperkirakan akan menjaga suku bunga acuan federal fund di atas 5% hingga tahun 2024, yang bertentangan dengan ekspektasi para investor sebelumnya atas penurunan suku bunga pada awal kuartal pertama tahun depan.
Komentar: