
Prakiraan laba merupakan hal yang rumit bagi produsen mobil. Seringkali, perusahaan harus merevisi prakiraan mereka karena hambatan dan perkembangan tak terduga dalam industri tersebut. Inilah yang terjadi pada Ford. Perusahaan ini harus menunda prakiraan laba setahun penuh untuk tahun 2023.
Alasan revisi tersebut adalah karena produsen mobil yang berbasis di Detroit ini menghadapi “ketidakpastian” atas ratifikasi perjanjian kerja barunya dengan serikat pekerja United Auto Workers (UAW) yang masih tertunda. Pihak pengelola mewaspadai meningkatnya kerugian dari produksi mobil listrik. Meski demikian, perusahaan tersebut harus menghormati hak-hak karyawannya. Oleh karena itu, pihak pengelola harus membuat kompromi antara tingginya permintaan mobil mutakhir ini dan kenaikan gaji.
Reuters melaporkan, setelah pernyataan resmi dari Ford, saham perusahaan ini turun 5%. Satu-satunya keuntungan adalah kesepakatan tentatif yang dicapai antara Ford dan serikat pekerja pada tanggal 25 Oktober. Dokumen tersebut menyatakan bahwa gaji 57.000 karyawan akan ditingkatkan sebesar 25% selama hampir empat setengah tahun.
Pada saat yang sama, perusahaan merevisi prakiraannya dengan seksama, dan memprediksi hasil dari aktivitas tertentu. Sementara itu, pihak pengelola menunda pelaksanaan beberapa proyek, khususnya investasi bernilai miliaran dolar pada fasilitas produksi mobil elektronik yang baru. Produsen mobil ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara label harga, keuntungan, dan permintaan kendaraan listrik.
Menurut estimasi terkini, laba per saham yang disesuaikan adalah 39 sen pada kuartal 3 tahun 2023. Angka tersebut jauh di bawah 45 sen, menurut perkiraan rata-rata analis Wall Street. Sebelumnya, Ford mengalami kerugian kuartalan yang lebih besar pada laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar $1,33 miliar.
Meskipun ada prakiraan negatif, perusahaan tetap optimis. Perusahaan ini pantas mendapatkan reputasi baik, dengan melakukan upaya untuk memuaskan pengendara yang teliti dengan pilihan inovatif. Namun demikian, perusahaan in memperkirakan kerugian setahun penuh dari divisi Ford Model E sebesar $4,5 miliar.
Alasan kerugian besar tersebut bisa jadi karena pengurangan harga yang tajam dan penjualan yang buruk. Banyak pelanggan tidak siap membayar lebih untuk mobil listrik dan lebih memilih mobil berbahan bakar bensin serta model Ford hybrid.
Komentar: