logo

FX.co ★ Perekonomian AS cukup kuat untuk menghindari resesi

Perekonomian AS cukup kuat untuk menghindari resesi

Perekonomian AS cukup kuat untuk menghindari resesi

Kemungkinan resesi di AS telah dibahas secara luas selama satu tahun terakhir. Para analis berpengalaman telah memprediksi apakah negara dengan perekonomian terbesar ini akan menghadapi resesi. The Wall Street Journal juga berkontribusi dalam penyelidikan ini dengan melakukan survei terhadap 65 ekonom.

Menurut estimasi, kemungkinan terjadinya resesi dalam 12 bulan ke depan tampak menurun sebesar 50%. Skenario positif seperti itu diusulkan untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun 2022.

Pada bulan Juli tahun ini, kemungkinan terjadinya resesi di Amerika Serikat diperkirakan sebesar 54%. Namun, pada bulan Oktober, situasinya sedikit berubah. Jumlah perkiraan itu turun menjadi 48%.

Kecenderungan tersebut dapat dijelaskan oleh perlambatan inflasi, angka pasar tenaga kerja yang kuat, dan kemungkinan berakhirnya siklus kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Berdasarkan perkiraan konsensus, pada kuartal keempat tahun 2023, PDB AS mungkin meningkat 2,2% per tahun. Perkiraan sebelumnya menunjukkan kenaikan 1%. Hampir 50% responden memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga acuan dari puncaknya sebesar 5,25%–5,50% pada kuartal kedua tahun 2024.

Beberapa analis memperkirakan bahwa kemungkinan resesi di AS akan segera berkurang menjadi nol. Faktanya adalah bahwa angka tersebut sudah turun selama beberapa waktu di tengah pertumbuhan pendapatan riil pribadi, yang mendukung permintaan konsumen.

Sebelumnya, para ahli di HSBC Asset Management menyatakan bahwa perekonomian AS mungkin akan terpuruk pada kuartal keempat tahun ini. Mereka yakin perekonomian akan mengalami kesulitan pada tahun 2024, bahkan lebih lama lagi. Selain itu, efek domino dapat menyebabkan terjadinya resesi di Eropa.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: