logo

FX.co ★ Jefferson Fed: Ketidakpastian inflasi mungkin membutuhkan respon yang lebih kuat

Jefferson Fed: Ketidakpastian inflasi mungkin membutuhkan respon yang lebih kuat

Jefferson Fed: Ketidakpastian inflasi mungkin membutuhkan respon yang lebih kuat

Menurut Wakil Ketua Federal Reserve, Philip Jefferson, dewan gubernur bank sentral mungkin perlu mengadopsi langkah-langkah yang lebih kuat dari biasanya untuk mempertahankan ekspektasi inflasi karena tidak jelas berapa lama inflasi yang tinggi akan bertahan. "Ketidakpastian seputar persistensi inflasi mungkin membutuhkan respon kebijakan yang lebih kuat dari biasanya," ujar Jefferson.

Terlebih, anggota Fed itu tidak meninggalkan komentar pada pandangan ekonominya. Selain itu, ia tidak memperinci preferensinya untuk jalur kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya. Pada waktu yang sama, Jefferson menyoroti ketidakpastian seputar prospek ekonomi dan inflasi.

Jefferson mencatat bahwa para pengambil kebijakan perlu mempertimbangkan ketidakpastian ketika mengambil keputusan kebijakan. Dalam menangani isu ini, ahli ekonomi itu mengacu pada literatur ekonomi yang menguraikan dua pendekatan berbeda. Yang satu menunjukkan gradualisme dalam menghadapi ketidakpastian, dan satunya lagi mengisyaratkan pengenalan langkah-langkah moneter yang lebih berani dari biasanya.

Dalam pandangan wakil ketua Federal Reserve Board itu, kedua pendekatan yang dijelaskan dalam literatur "cenderung mengarah pada kebijakan yang lebih kuat dari kepastian yang setara untuk mencegah kemungkinan kekuatan inflasi tertanam dalam ekspektasi inflasi."

Dalam perlawanannya yang agresif menghadapi lonjakan inflasi, bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 5,25 persentase poin selama satu setengah tahun menjadi 5,25%-5,50% yang dicapai pada Juli 2023. Alhasil, inflasi jauh mereda setelah melambung ke level tertinggi selama 40 tahun di musim panas 2022. Bagaimanapun, regulator perbankan Amerika itu tetap waspada mengenai dinamika inflasi selanjutnya. Berkat perkiraannya, kenaikan harga konsumen melambat mendekati 3,4%.

Menurut survei Fed New York, ekspektasi inflasi melunak di pasar. Sebelumnya, Ketua Fed, Jerome Powell, mengatakan ia tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika kemajuan menuju target inflasi 2% terhenti.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: