logo

FX.co ★ Hong Kong menjadi importir emas terbesar untuk Rusia di tengah ketatnya peraturan

Hong Kong menjadi importir emas terbesar untuk Rusia di tengah ketatnya peraturan

Hong Kong menjadi importir emas terbesar untuk Rusia di tengah ketatnya peraturan

Studi terbaru menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam perdagangan emas global, dengan Rusia meningkatkan ekspor emas empat kali lipat ke Hong Kong pada tahun ini, mencapai 68 ton. Perkembangan ini menandai perubahan besar dalam dinamika pasar emas internasional. Sebelumnya, Uni Emirat Arab (UEA) menyandang status sebagai importir utama logam mulia tersebut. Namun, UEA baru-baru ini memfokuskan kembali upayanya untuk memerangi perdagangan emas ilegal. Pada bulan Maret 2022, Satuan Tugas Aksi Keuangan (FATF) global meningkatkan pengawasannya terhadap pergerakan emas di UEA. Pengawasan yang ditargetkan ini menyebabkan perlambatan perdagangan emas di Dubai, disertai dengan peningkatan pengawasan negara terhadap transaksi emas. Tindakan tersebut mempersulit pembayaran eksportir Rusia. Menanggapi tantangan ini, beberapa importir emas di Dubai mengalihkan rantai pasokan mereka ke Hong Kong. Namun, langkah ini dipicu oleh sanksi ketat Barat yang ditujukan terhadap ekspor emas Rusia. Selain Hong Kong dan UEA, Turki telah muncul sebagai importir utama emas Rusia. Penerapan sanksi Barat terhadap emas Rusia telah menyebabkan penataan kembali operasi perdagangan dari Eropa ke Asia secara signifikan. Pengalihan aliran emas dari UEA ke Hong Kong sebagian besar disebabkan oleh penerapan langkah-langkah regulasi terhadap perdagangan emas ilegal.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: