Mata uang beberapa negara berkembang menguat ditengah-tengah meningkatnya krisis di Ukraina, Bloomberg melaporkan. Rupee India dan Rand Afrika Selatan menunjukkan kenaikan terkuat, naik 1,6% terhadap dolar AS.
Secara umum, indeks 20 negara berkembang naik 0,8% sejak 17 Juli.
Para analis menjelaskan bahwa investor mulai menarik dana keluar dari Rusia dan berinvestasi di negara berkembang lainnya mulai dari Turki hingga Indonesia. Sejak awal bulan ini, dana investasi langsung yang ditarik sekitar $200 juta.
Ruble Rusia baru-baru ini melemah melawan beberapa mata uang utama. Ruble turun ke 35,19 ruble melawan dolar AS dari 34,38 ruble. Pada 23 Juli, mata uang Rusia mulai pulih.