
Menurut Financial Times, para investor dari seluruh dunia menjual dolar dengan laju tercepat dalam setahun terakhir.
Para pelaku pasar utama menyingkirkan greenback di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve AS telah selesai menaikkan suku bunga dan akan mulai memangkasnya pada tahun 2024. Menariknya, sebagai cerminan dari sistem keuangan Amerika, dolar selalu menjadi simbol stabilitas dan keandalan. Kini, situasinya telah berubah. Para investor mencari perlindungan di aset-aset lain.
Manajer aset bersedia untuk menjual 1,6% dari posisi dolar mereka bulan ini, menandai arus kas keluar bulanan terbesar sejak November 2022. Para analis di bank kustodian AS, State Street, memperkirakan bahwa hanya ada enam pelepasan kepemilikan dolar yang begitu cepat dalam 20 tahun terakhir.
Penjualan tersebut mengindikasikan terurainya "posisi dolar AS yang sangat overweight". Dengan demikian, bank tersebut berasumsi bahwa greenback kemungkinan akan terus mengalami kerugian.
Secara khusus, pada bulan Juli 2023, Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 5,25%-5,5%, angka tertinggi sejak 2001. Dengan mengingat bahwa tingkat inflasi di AS mencapai 3,2% pada bulan Oktober, para pelaku pasar kini memperkirakan bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan pada akhir 2024. Penurunan suku bunga pertama diperkirakan akan terjadi pada bulan Mei tahun depan.
Komentar: