
Menurut Perdana Menteri Dewan Negara China, Li Qiang, perekonomian global saat ini terancam oleh fragmentasi. Ini adalah masalah yang sangat serius, tegas pejabat tersebut. Saat ini, perekonomian global menghadapi ancaman fragmentasi yang serius, yang berarti perpecahan menjadi blok-blok perdagangan terpisah, ujar Li Qiang. Dengan latar belakang ini, negara-negara harus mendukung berfungsinya produksi dan rantai pasokan global. Konfrontasi berkepanjangan yang menimbulkan kerugian bagi seluruh negara memainkan peran penting dalam masalah ini. Dalam konteks ini, pentingnya sistem perdagangan global dan rantai produksi yang stabil dan berfungsi dengan baik tidak dapat dilebih-lebihkan. Menurut Li Qiang, pengembangannya merupakan tugas prioritas bagi sebagian besar negara. Pihak berwenang perlu menggunakan peluang pembangunan yang luas jika tujuan negaranya mencakup percepatan kemajuan teknologi dan produktivitas tenaga kerja, tegas Li Qiang dalam pidatonya di China International Supply Chain Expo (CISCE). Perdana Menteri itu menekankan pentingnya pendekatan yang bertanggung jawab terhadap risiko yang terkait dengan meluasnya popularitas kebijakan proteksionis. Penting untuk mematuhi aturan yang dibentuk dalam konteks tren bersama dan memperhatikan peningkatan kualitas dan efisiensi produksi dan rantai pasokan global, simpul Li Qiang. Pada awal November, Dana Moneter Internasional (IMF) memaparkan model perekonomian global yang terpecah menjadi dua blok yang saling bertentangan. Menurut perkiraan IMF, blok perdagangan pertama akan dipimpin oleh Amerika Serikat dan UE, sedangkan blok perdagangan kedua akan dipimpin oleh Rusia dan China. Bersamaan dengan ini, para ahli menyebutkan alasan fragmentasi ekonomi global: pembatasan perdagangan dan persaingan komoditas.