logo

FX.co ★ Market Makers gunakan bot trading untuk atur harga minyak

Market Makers gunakan bot trading untuk atur harga minyak

Market Makers gunakan bot trading untuk atur harga minyak

Belakangan ini, pasar minyak global mengalami perubahan yang mengejutkan para trader dan analis. Beberapa analis berpendapat bahwa pasar minyak berada di tangan para pembuat pasar (Market Makers) yang beroperasi melalui bot. Bayangkan sebuah film fiksi ilmiah yang karakter utamanya adalah kecerdasan buatan, sedangkan manusia berperan sebagai karakter pendukung. Hebatnya, fiksi ilmiah telah menjadi kenyataan.

Para ahli mengatakan bahwa spekulasi bot trading yang dijalankan oleh AI adalah penyebab tingginya volatilitas dan kesenjangan antara pengiriman fisik dan pasar berjangka. Anehnya, penasihat perdagangan komoditas (CTA) saat ini sedang menentukan arah untuk pasar energi. Ini adalah program yang dirancang untuk membeli/menjual kontrak berjangka dan opsi berjangka dengan minyak mentah sebagai aset dasarnya. Perangkat lunak perdagangan ini didasarkan pada algoritma.

Para analis memperingatkan tentang meningkatnya pengaruh bot trading terhadap tren di pasar minyak. Menariknya, harga minyak terus berfluktuasi dalam dua minggu terakhir, turun atau naik $1-2 per barel setiap hari. Pada saat yang sama, latar belakang informasi masih netral, jelas para ahli.

Lembaga penelitian, Bridgeton Research Group, memperkirakan bahwa penasihat perdagangan komoditas menyumbang 60% dari omset perdagangan hedge funds dan pelaku pasar terkemuka lainnya di pasar minyak bumi AS sepanjang tahun 2023. Para analis mencatat bahwa ini adalah tanda yang mengkhawatirkan bagi pasar minyak mentah.

Para ahli juga menyampaikan kekhawatiran bahwa strategi algoritmik mampu meningkatkan perubahan harga intraday. Perubahan yang terjadi di pasar minyak mempunyai dampak negatif terhadap inflasi karena fluktuasi tajam tersebut langsung tercermin pada harga bensin dan produk minyak bumi lainnya. Para analis memperingatkan bahwa penasihat perdagangan komoditas telah menaikkan harga minyak hingga $7 per barel dalam satu hari.

Pihak berwenang AS juga khawatir mengenai pengaruh besar AI terhadap pasar komoditas. Gedung Putih menduga tren bullish harga minyak pada tahun 2022/23 dapat dipastikan dengan keterlibatan bot trading. Tahun lalu, ketika perdagangan algoritmik mulai berjalan, harga minyak berjangka yang diperdagangkan di New York mengalami volatilitas yang kuat. Analis mencatat 242 sesi ketika harga minyak berfluktuasi lebih dari $2 dalam satu hari. Menurut perkiraan, tingkat volatilitas tersebut melebihi tingkat rata-rata sebesar 150% dalam 23 tahun terakhir.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: