logo

FX.co ★ HKSE mempertimbangkan untuk mengakhiri aturan penangguhan trading saat terjadi topan

HKSE mempertimbangkan untuk mengakhiri aturan penangguhan trading saat terjadi topan

HKSE mempertimbangkan untuk mengakhiri aturan penangguhan trading saat terjadi topan

Bursa Efek Hong Kong sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menghapuskan peraturan tahun 1950-an mengenai penangguhan trading selama topan dan badai yang mengamuk. Investor telah meminta perubahan ini karena trading membawa risiko, dan gangguan tak terduga dalam operasi berisiko tinggi tidak diinginkan. Proposal ini akan dipertimbangkan hingga 26 Januari. Untuk saat ini, bursa akan mematuhi aturan yang ada. Jika Observatorium Hong Kong mengeluarkan peringatan sinyal level 8, bursa wajib menunda atau bahkan menghentikan trading sepenuhnya. Saat ini, Hong Kong merupakan pusat keuangan internasional terkemuka, sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya jumlah investor dari negara lain yang ingin memperluas operasi mereka di sana. Menariknya, banyak investor tersebut berasal dari Tiongkok daratan. Jika bursa memutuskan untuk mencabut larangan trading saat terjadi badai, daya saing Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional akan semakin meningkat. Lokasi Hong Kong menempatkannya pada zona rawan berbagai siklon tropis dan hujan lebat yang kerap melumpuhkan kota tersebut beberapa kali dalam setahun. Misalnya saja, pada musim panas tahun ini, badai tropis Talim yang dahsyat mendekati kota tersebut, menyebabkan pihak berwenang membatasi transportasi umum darat dan membatalkan kegiatan belajar di sekolah. Sejak 2018, Bursa Efek Hong Kong harus menghentikan trading sebanyak 11 kali karena kondisi cuaca buruk.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading