
Abu Dhabi makin menjadi tujuan populer bagi orang kaya yang mencari perlindungan untuk tabungan mereka. Kini, ibu kota Uni Emirat Arab menjadi magnet bagi komunitas bisnis yang berkembang.
Pada pertengahan tahun 2010-an, Abu Dhabi merupakan rumah bagi tidak lebih dari 46 perusahaan swasta. Namun, situasinya kini telah berubah drastis. Menurut perkiraan perusahaan konsultan M/HQ, angka tersebut telah tumbuh menjadi 5.000, lebih dari 100 kali lipat.
Kini, emirat terbesar dalam federasi ini telah menjadi pusat bisnis global yang menarik para pebisnis dengan perlindungannya dalam melindungi aset dari yurisdiksi asing. Hal ini menguntungkan bagi orang-orang terkaya di dunia untuk mengalokasikan modal mereka di wilayah Abu Dhabi karena mereka dilindungi oleh perjanjian penghindaran pajak ganda di negara ini.
Menurut Bloomberg, para pebisnis kaya sebelumnya memilih zona lepas pantai seperti Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Britania Raya. Namun, daya tarik mereka berkurang karena "iklim" investasi dan lingkungan internal menjadi kurang dapat diprediksi.
Komentar: