
Uni Eropa mengesahkan dokumen penting yang menguraikan kerangka kerja regulasi kecerdasan buatan (AI). Peraturan ini mengamanatkan agar sistem AI mematuhi standar mendasar, memastikan transparansi dan tata kelola yang etis di sektor yang berkembang pesat ini. Para pejabat UE, yang bertugas mengawasi AI, berada di jalur yang benar. Mengingat pengaruh AI yang luas dalam kehidupan modern, penting untuk membangun mekanisme pengawasan yang kuat untuk mencegah skenario distopia bahwa AI berpotensi mengalahkan kendali manusia. Thierry Breton, komisaris UE mengumumkan perjanjian penting ini, yang menetapkan pedoman peraturan untuk AI. Bloomberg menyoroti bahwa pedoman ini mengharuskan pengembang AI menetapkan kebijakan yang jelas untuk penggunaan yang dapat diterima, secara berkala memberikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan mengenai data yang digunakan dalam pelatihan AI, dan menghormati hak kekayaan intelektual. Fokus utama peraturan ini adalah kecerdasan umum buatan (AGI), yang terkadang disebut sebagai “AI kuat” atau “AI tingkat manusia”. AGI dirancang untuk menangani beragam tantangan intelektual dan beradaptasi dengan lingkungan baru. ChatGPT dari OpenAI adalah contoh utama dari teknologi mutakhir tersebut. Peraturan ini mencakup semua jenis model chatbot, kecuali model yang berbasis platform open-source dengan akses tak terbatas. Untuk model AI yang dikategorikan memiliki "risiko sistemik" yang tinggi, terdapat kriteria yang lebih ketat. Pengembang model-model tersebut diharuskan untuk mengungkapkan informasi tentang konsumsi energi mereka, menyelaraskan dengan standar efisiensi energi di masa depan, secara proaktif menilai dan memitigasi risiko sistemik, dan segera melaporkan setiap insiden operasional. Menerapkan langkah-langkah cybersecurity secara tepat waktu juga merupakan aspek penting dari persyaratan ini. Penilaian “risiko sistemik” akan didasarkan pada sumber daya komputasi yang digunakan dalam pelatihan sistem AI. GPT-4 dari OpenAI merupakan contoh model terkini yang akan tunduk pada pertimbangan ini. Namun, dokumen peraturan ini masih dalam tahap awal. Penerapan formalnya bergantung pada persetujuan Parlemen Eropa dan 27 negara anggota UE. Sebelumnya, Perancis dan Jerman menyampaikan kekhawatiran bahwa aspek-aspek tertentu dari peraturan AI ini mungkin secara tidak sengaja menghambat kemajuan perusahaan rintisan seperti Mistral AI dari Perancis dan Aleph Alpha dari Jerman.