
Menurut para analis yang disurvei oleh Nikkei, pada 2024, pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan mengendur menjadi 4,6%. Untuk 2023, para ahli memperkirakan ekspansi sebesar 5,2%.
Menurut para ekonom, pertumbuhan pada tahun 2023 disebabkan oleh efek dasar yang rendah (low base effect). Kenyataannya adalah bahwa pada 2022, pemerintah Tiongkok memberlakukan kebijakan pembatasan yang ketat karena pandemi Covid-19.
Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, rata-rata perkiraan PDB untuk 2023 ditingkatkan menjadi 0,2 persen. Saat ini, para analis sangat berhati-hati dalam membuat prediksi, karena khawatir jika krisis dalam sektor real estate dapat menjadi makin dalam.
Saat ini, banyak ahli memberikan perkiraan yang pesimis terkait ekonomi Tongkok. Lembaga S&P Global Ratings memungkinkan penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi 2,9% pada 2024. Menurut para ahli, banyak yang akan bergantung pada situasi dalam sektor real estate. Julius Baer memiliki pandangan yang sama terhadap situasi ini, dengan mempercayai bahwa koreksi dalam pasar keuangan akan memberikan tekanan pada investasi, kondisi rumah tangga, dan penyaluran dana oleh pemerintah daerah.
Sebelumnya, beberapa perwakilan Japan Center for Economic Research mengatakan bahwa jika terjadi force majeure dalam perekonomian Tiongkok, PDB negara itu akan stagnan di level 1%. Para ahli mengaitkan pembentukan gelembung atau bubble dalam pasar real estate Tiongkok dengan konsekuensi negatif. Kenyataannya adalah gelembung tersebut dapat meledak dan memicu krisis keuangan. Dalam skenario tersebut, Tiongkok akan sulit menggandakan PDBnya pada 2035.
Pada awal Desember 2023, diketahui bahwa pemerintah Tiongkok telah mengembangkan rencana darurat yang ditujukan untuk memulihkan perekonomian nasional setelah krisis berkepanjangan. Rencana tersebut terdiri dari sembilan langkah, dimana tiap langkahnya saling melengkapi satu sama lain. Pada waktu yang sama, pemerintah Tiongkok berencana mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan menarik investasi asing dan menggunakan inovasi dalam sektor industri dan agrikultur.
Komentar: