logo

FX.co ★ Jejaring sosial X menghadapi depresiasi 71% di tengah kontroversi dan kritik

Jejaring sosial X menghadapi depresiasi 71% di tengah kontroversi dan kritik

Jejaring sosial X menghadapi depresiasi 71% di tengah kontroversi dan kritik

Menurut portal internet Axios, jejaring sosial X, yang dimiliki oleh Elon Musk, miliarder Amerika Serikat, telah mengalami penurunan nilai sebesar 71%. Para analis meyakini bahwa hal tersebut terjadi di bawah kepemimpinan pemilik baru X. Menurut para analis, setelah Elon Musk membeli jejaring sosial X (sebelumnya bernama Twitter), nilai perusahaan tersebut anjlok hingga 71%. Selain Musk, investasi dalam akuisisi platform informasi publik ini berasal dari Fidelity. Perusahaan ini membantu sang pebisnis dalam mengakuisisi jejaring sosial tersebut. Namun, pimpinan Fidelity tidak memiliki informasi keuangan yang tepat mengenai X, meskipun memiliki sebagian saham. Para analis percaya bahwa kritik Musk terhadap beberapa pengiklan berkontribusi pada depresiasi 10% dari jejaring sosial tersebut. Ketika pengusaha tersebut berbicara menentang pengiklan yang menolak untuk bekerja sama dengan X dan menuduh Musk sebagai anti-Semitisme, nilai jejaring sosial tersebut anjlok. Pada November 2023, miliarder ini menyetujui publikasi yang menyatakan bahwa komunitas Yahudi diduga menyebarkan kebencian terhadap orang kulit putih. Selain itu, Musk menuduh organisasi non-pemerintah Yahudi Amerika, ADL, dan kelompok-kelompok serupa mempromosikan "rasisme anti-kulit putih atau rasisme anti Asia atau rasisme dalam bentuk apa pun". Belakangan, sang pengusaha menyerukan untuk menolak gagasan-gagasan ini. Pemilik X menerima kritik serius di Gedung Putih atas posisinya tersebut. Secara khusus, Andrew Bates, juru bicara resmi pemerintahan presiden AS, menuduh pengusaha tersebut mendukung anti-Semitisme.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading