
Mengutip perkiraan para ahli Bank Dunia, The Washington Post melaporkan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi global mungkin merupakan yang terlemah dalam 30 tahun terakhir. Dalam lima tahun ke depan, perekonomian dunia mungkin akan merosot drastis. Estimasi awal menunjukkan bahwa dunia akan mengalami peluang pertumbuhan ekonomi terlemah dalam 30 tahun terakhir. Mengenai PDB global, indikator ini juga diperkirakan akan melemah di tengah masa yang penuh gejolak. Bank Dunia yakin bahwa krisis ini kemungkinan akan terus berlanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi global telah melambat secara signifikan, terutama karena upaya memerangi lonjakan inflasi di seluruh dunia. Selain itu, negara-negara juga sedang bergulat dengan dampak inflasi dan krisis keuangan. Dalam situasi ini, peluang pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, yang menjadi komitmen para pemimpin 193 negara, menjadi semakin kecil. Tujuan-tujuan tersebut telah disepakati dalam pertemuan PBB pada tahun 2015. Dengan latar belakang ini, para ekonom menekankan keraguan dalam mencapai nol kemiskinan dalam skala global. Menurut Ayhan Kose, Wakil Kepala Ekonom Bank Dunia, situasinya tidak menggembirakan. Saat ini, 25% populasi di negara-negara berkembang berada dalam kondisi lebih miskin dibandingkan pada periode sebelum pandemi. Permasalahan ini diperparah dengan terus meningkatnya harga barang-barang kebutuhan pokok dan jasa logistik. Sebelumnya, Bloomberg memberitakan bahwa ancaman tambahan terhadap perekonomian dunia pada tahun 2024 bisa jadi adalah potensi timbulnya perang terhadap Taiwan. Para analis memperkirakan pihak berwenang Tiongkok akan menggunakan kekerasan. Namun, penyelesaian masalah teritorial melalui kekerasan dapat memicu konfrontasi dengan AS. Dalam situasi ini, kerugian total terhadap PDB global bisa mencapai $10 triliun. Bloomberg menegaskan bahwa skenario ini dapat membawa dunia ke jurang bencana, yang menimbulkan bahaya yang jauh lebih besar terhadap perekonomian global dibandingkan dampak pandemi dan konflik Rusia-Ukraina.