
Para analis di Societe Genarale memperingatkan bahwa masih ada kemungkinan besar ekonomi AS akan jatuh ke dalam resesi pada 2024. Penurunan tipis inflasi tidak memberikan banyak perubahan, meskipun rata-rata penghasilan sebagian besar rumah tangga Amerika berada pada level yang baik pada 2023.
Bank menduga bahwa pendinginan inflasi mungkin mencegah pendapatan merosot, tapi itu tidak akan berlangsung lama. Investor hanya berharap terlalu banyak dari pasar dan ekonomi tahun ini, ujar para ahli strategi mata uang.
Dengan demikian, meskipun terdapat tanda-tanda stabilisasi, AS tetap di ambang kejatuhan ekonomi.
Societe Generale mengaitkan inflasi yang keras kepada sejumlah faktor. Diantaranya adalah perusahaan yang menjaga harga tetap tinggi demi melindungi margin profit mereka. Bank Prancis tersebut dalam sebuah catatan mengatakan bahwa kenaikan harga tahun lalu oleh organisasi-organisasi membantu mencegah penurunan pendapatan yang lebih dalam.
Namun begitu, ekonomi AS sulit membanggakan ketahanan ekonominya yang mengesankan. Lonjakan margin yang tercatat pada 2023 memungkinkan sejumlah perusahaan untuk mengurangi perlambatan penghasilan dan menghindari penurunan yang serius. Namun, hal itu "menggagalkan kejatuhan resesi dalam investasi bisnis," bank menekankan. Pada waktu yang sama, kenaikan harga kemungkinan tidak akan mendorong pasar tahun ini karena konsumen mungkin tidak akan mampu menghadapi kenaikan harga lainnya. Para analis memperingatkan bahwa dalam situasi saat ini, investor seharusnya tidak berharap terlalu banyak dari ekonomi dan pasar.
Saat ini, banyak pelaku pasar memperkirakan beberapa pemotongan suku bunga Federal Reserve. Namun menurut prediksi Societe Generale, tahun ini dapat membawa banyak kejutan. Sebagian sektor ekonomi AS jatuh ke dalam resesi. Aktivitas manufaktur AS melambat selama 14 bulan berturut-turut pada bulan November.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa inflasi AS telah jatuh tajam dari puncak 2022-nya. Indeks harga konsumen meningkat 3,4% pada Desember 2023 dari setahun lalu, jauh di bawah lonjakan 9% yang terlihat pada Juni 2022.
Komentar: