
Duta Besar Belgia untuk AS, Jean-Arthur Régibeau, telah menyuarakan kekhawatiran bahwa penyitaan aset-aset Rusia dapat menyebabkan keretakan dalam sistem keuangan global. Penegasan ini mempunyai bobot yang cukup besar, menyoroti isu-isu luas dan menyingkap potensi bahaya ekonomi. Dilema yang mendesak adalah apakah akan melanjutkan rencana ini atau mempertimbangkan kembali keputusan penting ini. Duta Besar percaya bahwa meskipun Belgia menyadari risiko besar yang terkait dengan penyitaan aset Rusia, mereka memandang tindakan ini sebagai hal yang wajar. Khususnya, Belgia menjadi tuan rumah penyimpanan Euroclear, yang berisi sebagian besar aset Rusia yang dibekukan. Régibeau menekankan bahwa penyitaan tersebut dapat memperburuk ancaman perpecahan dalam sistem keuangan global, dan berpotensi memecahnya menjadi dua faksi: Barat dan negara-negara lain. Dampak jangka panjang dari keputusan tersebut terhadap kerangka keuangan dunia masih belum jelas. Ketika perdebatan semakin memanas, dengan kedua belah pihak mengajukan argumen yang meyakinkan, ia menegaskan bahwa Belgia tidak dapat dan tidak boleh mengambil keputusan ini sendirian. Robert Zoellick, mantan kepala Bank Dunia, sebelumnya menyerukan agar negara-negara Barat bertindak tegas terhadap aset-aset Rusia yang diblokir, dan menganjurkan agar aset-aset tersebut dipindahkan ke Ukraina. Ia menyebut pendekatan ini sebagai strategi yang canggih dan efektif, serta memperingatkan agar tidak takut akan hasil yang merugikan. Zoellick yakin bahwa risiko-risiko tersebut dilebih-lebihkan oleh para politisi dan tidak melihat manfaat strategisnya. Zoellick, seorang pendukung tindakan berani, menyarankan bahwa jika negara lain memutuskan untuk tidak menyimpan dana mereka di yurisdiksi Eropa setelah penyitaan aset Rusia, mereka tidak punya pilihan lain. Menjelang akhir tahun 2023, otoritas moneter Rusia menyatakan bahwa negara-negara Barat tampaknya tidak takut mengalami kerugian jika mereka menyita aset Rusia yang dibekukan di rekening mereka. Namun mereka memperingatkan bahwa dalam skenario seperti itu, kerugian finansial akan ditanggung oleh pengusaha individu, bukan pemrakarsa, seperti yang disoroti dalam State Duma Rusia.