
Menurut perkiraan Global Research, Reuters melaporkan bahwa pasar saham Tiongkok akhirnya menguat. Dalam pekan yang berlangsung sejak tanggal 22 hingga 27 Januari, arus masuk investasi membengkak hingga $12 miliar, yang merupakan hasil terbesar kedua dalam sejarah.
Sebelumnya, pasar saham Tiongkok terjebak dalam tren bearish, mengalami perebutan modal yang sangat besar. Kini, para investor asing tampaknya percaya pada kekuatan perekonomian Tiongkok.
Hang Seng, indeks acuan Bursa Efek Hong Kong, melonjak sebesar 4,21% dalam 5 sesi trading pada pekan terakhir bulan Januari. Pada hari Jumat, 26 Januari, indeks ini ditutup di 15.952,23. Shanghai Shenzhen CSI 300, indeks yang dipandang sebagai barometer kesehatan pasar saham Tiongkok, naik 1,95% pada pekan yang sama. Indeks ini ditutup di 3.333,82.
Para investor bergegas membeli saham-saham blue chip Tiongkok. Terdapat praktik umum di pasar keuangan untuk membeli aset pada level rekor terendah. Kini, saham-saham Tiongkok diperdagangkan pada level terendah dalam 5 tahun terakhir.
Para analis di Bloomberg mengatakan bahwa perekonomian AS saat ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan perekonomian Tiongkok. PDB AS meningkat sebesar 6,3% sepanjang tahun 2023 yang tidak disesuaikan dengan inflasi. Tahun lalu, perekonomian Tiongkok meningkat sebesar 4,6%. Para pakar di Bloomberg yakin bahwa AS dan Tiongkok telah mencapai titik kritis dalam perebutan kepemimpinan perekonomian global. Para analis dan pelaku pasar terus memantau perkembangannya.
Komentar: