
Elon Musk menduduki peringkat teratas lainnya. Publikasi resmi Fortune menyebut miliarder itu sebagai CEO yang paling berlebihan di Amerika Serikat. Khususnya, pemimpin Tesla dan Space X telah memimpin daftar ini selama dua tahun berturut-turut.
Sebelumnya, pengusaha tersebut, yang paket gajinya sebesar $55 miliar di Tesla dibatalkan oleh hakim Delaware, mengumumkan niatnya untuk memindahkan pencatatan perusahaannya ke Texas. Keputusan tersebut diambil setelah pengadilan menuduh Musk mengeluarkan pernyataan provokatif. Pimpinan produsen mobil listrik tersebut mengklaim bahwa uang tersebut akan digunakan untuk membiayai perjalanan antarplanet. Namun, hakim Delaware menolak kompensasi Musk senilai $55 miliar, dan menyebutnya sebagai “angka yang tidak dapat dipahami”.
CEO Walt Disney, Robert Iger menduduki peringkat kedua dalam daftar eksekutif puncak yang paling dilebih-lebihkan di Amerika Serikat. Sepanjang tahun ini, saham Disney turun sebesar 9%, menandakan tren bearish yang berkelanjutan. Sebelumnya, pada Maret 2021, saham perusahaan tersebut anjlok hingga 50%. Pada saat yang sama, Robert Iger adalah karyawan berpengalaman yang menghabiskan lebih dari empat dekade di perusahaan tersebut, termasuk 15 tahun sebagai CEO-nya. Pada tahun 2022, ia kembali ke Disney setelah digantikan oleh Bob Chapek pada tahun 2020 untuk mengatasi buruknya kinerja perusahaan. Pengusaha tersebut memutuskan untuk memberhentikan 7.000 karyawan dan memotong biaya sebesar $5,5 miliar, namun hal tersebut gagal memperbaiki situasi.
Komentar: